Masa indah saat SMA, hal yang cukup berat direalisasikan saat pandemi

65

Sebagai masa peralihan manusia dari tahapan usia kanak-kanak, remaja dan menjelang dewasa, masa remaja menjelang dewasa yang diwakili dalam fase pendidikan tingkat SMA merupakan masa yang disebut-sebut masa paling indah.
Dari generasi ke generasi hal tersebut menjadi semacam kesepakatan atau konsensus bahwa setiap manusia dalam tiap generasi menyatakan ketika menginjak fase ini merasakan betapa indahnya betapapun peristiwa yang menghiasinya berwarna kelam atau kelabu. Entah karena pada masa tersebut seseorang mulai tertantang daya pikir dan nalarnya sehingga sesuai dengan jiwa muda ketika menerima tantangan, adalah merupakan kesempatan untuk mengukur tingkat kematangan diri mereka sendiri ketika menghadapinya dan merupakan kebahagiaan tersendiri ketika dicapai keberhasilan dalam mengatasi tantangan yang dihadapinya itu.

Menarik untuk dipikirkan bahwa kondisi pandemi saat ini tentu suatu kekecualian. Dimana aspek-aspek kehidupan yang biasa menghiasi keseharian sebelum masa pandemi tidak lagi menjadi hal yang mudah untuk dilalui. Segala aktivitas terkendala batasan yang mau tidak mau harus dipatuhi jika ingin tetap selamat dari hantaman virus mematikan itu.
Tidak terkecuali aspek kehidupan masa SMA saat ini tentu dengan sendirinya akan mencari bentuknya sendiri menyesuaikan dengan keadaan yang ada.

Artikel yang dikutip dari Liputa6 berikut ini sekedar mengenang masa-masa indah itu di saat pandemi belum melanda, dengan harapan muncul kesadaran untuk kalangan yang saat ini memasuki fase indah itu agar terpacu untuk menggali kreativitas sehingga tetap memiliki kenangan masa ini dengan kekhasannya sendiri yang sangat jauh berbeda dengan fase yang sama pada generasi-generasi sebelumnya yang tidak terkendala pandemi.


4 Alasan SMA Disebut Masa Paling Indah, Kamu Setuju?

Ulya Kaltsum

07 Agu 2020, 10:02 WIB

Ahmad Dhani Semasa SMA

Liputan6.com, Jakarta Kebanyakan orang bilang kalau masa SMA adalah masa paling indah. Pasalnya, masa-masa SMA membawa kita ke pengalaman baru di mana adrenalin remaja membuncah ruah untuk mendapatkan kebebasan. Kita merasa jauh lebih dewasa ketimbang masa SMP.

Mulai dari pengalaman terlibat “drama” dengan teman satu geng, kesolidan pertemanan, hingga pengalaman jatuh cinta. Begitu pula dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih besar dari sebelumnya. Meskipun begitu, masa SMA belum menuntut kita merantau untuk bekerja dan masih bisa menghabiskan waktu bersama teman-teman.

Berikut adalah empat alasan lainnya mengapa masa SMA disebut sebagai masa yang paling indah.

Masa pertemanan

Seragam SMA ala vintage. (via: istimewa)

Sebagian besar orang menganggap pertemanan saat SMA adalah masa pertemanan yang paling menyenangkan. Pasalnya, kamu sudah mengenal sifat antara satu dengan yang lainnya. Bahkan tak canggung atau malu lagi untuk memperlihatkan sifat asli diri sendiri. Oleh karena itu, kamu lebih mudah menyesuaikan ingin berteman dengan siapa saja bahkan menjadi teman seumur hidup.

ilustrasi pasangan jatuh cinta/Photo by Analise Benevides on Unsplash

Tak bisa dipungkiri kalau masa percintaan juga turut hadir mewarnai masa SMA. Pada masa ini, kamu sudah mengenal perasaan yang dalam diri lebih baik daripada saat SMP. Bahkan bisa membedakan antara cinta monyet dan cinta yang lebih serius. Kamu juga mulai tahu dan belajar apa itu komitmen.

Bergabung dengan organisasi yang sesungguhnya

Ilustrasi anak tongkrongan di sekolah. (via: istimewa)

Organisasi seperti OSIS memang sudah ada sejak SMP. Namun, kedekatan dan rasa kekeluargaan antara para anggotanya terasa lebih kental. Mulai dari menyusun acara bersama-sama sampai larut malam hingga kelelahan ketika acara selesai.

Tidak memiliki beban

Ilustrasi Pergaulan Remaja Credit: pexels.com/pixabay

Ujian akhir memang terasa menjadi beban yang berat. Namun, hal tersebut tak menghentikan kamu untuk melakukan hobi dan passionmu. Ada teman-teman yang setia mendukung dan menemani bagaimana pun kondisimu.

Masa SMA mungkin menjadi tiga tahun terakhir kamu bisa bermain, berekspresi dan menyalurkan hobimu sebelum menghadapi dunia dewasa yang sesungguhnya.