Bukan pemeringkatan, namun Klasterisasi ini merupakan pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya

114
foto: Kampus ITB Bandung. Doc: infobdg.com


Kalian sudah tidak sabar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi lagi? Tetaplah belajar dan tingkatkan pengetahuan baik formal maupun pengetahuan yang didapat dari kehidupan sehari-hari.
Persiapkan diri kalian untuk bersaing dengan rekan sejawat kalian dalam suatu persaingan yang sehat dan bermanfaat.
Tidak ada salahnya sebagai acuan mempersiapkan diri untuk “sasaran tembak” yang dituju, kalian perhatikan susunan info tentang perguruan tinggi yang dikutip dari merdeka.com ini untuk meningkatkan semangat belajar dan bersaing itu.

Direktorat Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) memberikan ranking untuk 2.136 perguruan tinggi. Urutan nomor satu ada Institute Pertanian Bogor (IPB).

Namun, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti), Nizam enggan menyebut itu sebagai pemeringkatan. Tujuan klasterisasi, katanya, didasarkan pada jumlah skor dari tiap indikator yang diperoleh perguruan tinggi.

“Klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan, namun pengelompokan perguruan tinggi sesuai dengan level perkembangannya. Klasterisasi ini jangan disalahmaknai sebagai pemeringkatan,” jelas Nizam melalui keterangan tulisnya, Senin (17/8).

Nizam menjelaskan, tujuan utama klasterisasi adalah untuk menyediakan landasan bagi pengembangan kebijakan pembangunan, pembinaan perguruan tinggi serta untuk mendorong perguruan tinggi dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan tridharma perguruan tinggi secara berkelanjutan.

Selain itu, klasterisasi perguruan tinggi berfungsi untuk menyediakan informasi kepada masyarakat umum tentang kualitas kinerja perguruan tinggi di Indonesia.

Kemendikbud membagi 2.136 perguruan tinggi tersebut menjadi lima klaster. Klaster 1 berjumlah 15 perguruan tinggi, klaster 2 berjumlah 34 perguruan tinggi, klaster 3 berjumlah 97 perguruan tinggi, klaster 4 berjumlah 400 perguruan tinggi, dan klaster 5 berjumlah 1.590 perguruan tinggi.

Pada klaterisasi ini, menurut Nizam, tidak ada dikotomi antara PTN (perguruan tinggi negeri) maupun PTS (perguruan tinggi swasta).

“Tidak ada perbedaan antara perguruan tinggi negeri dan swasta dalam hal penilaian. Kuncinya tetap berada pada leadership dan sinergi. Selama rektor perguruan tinggi bisa membangun sinergi, maka hal itu merupakan kekuatan perguruan tinggi untuk mewujudkan visi dan misinya dalam membawa seluruh civitas akademika untuk meningkatkan kualitasnya,” ujar Nizam.

15 Besar

15 Perguruan tinggi yang terklasifikasi dalam Klaster 1 merupakan perguruan tinggi yang memiliki skor terbesar di antara:

1. Institut Pertanian Bogor dengan skor 3,648.

2. Universitas Indonesia dengan skor 3,414.

3. Universitas Gadjah Mada dengan skor 3,315.

4. Universitas Airlangga dengan skor 3,299.

5. Institut Teknologi Bandung dengan skor 3,275.

6. Institut Teknologi Sepuluh Nopember dengan skor 3,218.

7. Universitas Hasanuddin dengan skor 3,161.

8. Universitas Brawijaya dengan skor 3,161.

9. Universitas Diponegoro dengan skor 3,111.

10. Universitas Padjadjaran dengan skor 3,007.

11. Universitas Sebelas Maret dengan skor 2,930.

12. Universitas Negeri Yogyakarta dengan skor 2,908.

13. Universitas Andalas dengan skor 2,860.

14. Universitas Sumatera Utara dengan skor 2,792.

15. Universitas Negeri Malang dengan skor 2,747.

Reporter: Yopi Makdori

Sumber: Liputan6.com